BukuIbu Blog

Archive for November 2007

Bersyukur sekali pagi ini, ketika saya menyetop sebuah mikrolet, sekilas saya melihat seorang Bapak dengan suara bicara yang sangat tidak jelas + bahasa isyarat tangan sedang berusaha keras untuk berkomunikasi dengan seorang gadis yang kebetulan duduk sebaris dengan saya.Gadis manis berkerudung , itu kesan sekilas saya.

Dari kostumnya jelas terlihat, dia masih menyandang status pelajar, dengan sedikit tersipu, dia menikmati pujian yang dilontarkan Bapak yang bisu tadi. Dan dari kacamata awam saya sepertinya Bapak itu memuji kalau gadis itu cantik wajahnya dan baik hati.

Apapun yang dilontarkan, saya hanya menangkap ajaran luar biasa ” kenapa kita yang punya suara dan pandai bicara, belum punya tradisi memuji ? Sungguh indah kalau kita bisa memuji, karena dengan memuji kita sudah melakukan perbuatan baik menyenangkan hati orang lain.

Always smile

Melly

14_pak_tua_juga.jpg 

Pemandangan  kilat yang terekam  di jalan, ketika melihat  seorang kakek tua  renta, dengan  tangan keriput yang  bergetar memegang  keranjang jeruk yang harus dijajakan  sekedar  demi  kelangsungan  hidup, memiliki arti tersendiri.

Sebuah pepatah mengatakan pengalaman  adalah guru  yang baik. Pepatah itu rasanya  belum  basi bahkan perlu kita ekspansi sedikit  menjadi, pengalaman kita dan pengalaman  orang lain  adalah guru yang baik. Tidak semua pengalaman yang bisa jadi guru kita  harus kita  alami sendiri. Pengalaman orang lain pun bisa kita jadikan guru  bagi kita.

Saat melihat Pak Tua renta di jalan, mungkin kita hanya bisa menoleh, merasa prihatinan, menaruh rasa iba, dan belas kasihan  tanpa bisa berbuat lebih. Tapi, dengan tulus tanpa kita sadari Pak Tua tersebut  telah  menjadi guru buat kita.

Karena itu, akankah kita  sia siakan masa  muda kita? Maukah kita memiliki  masa  tua seperti  Pak Tua  Sang Guru kita? Atau, yakinkah kita akan dapat bertahan lebih dari  Pak Tua Guru kita?

Marilah kita  isi  masa muda kita dengan hal hal yang berguna. Mari kita berdoa sembari dan berterima kasih  untuk Pak Guru Tua kita. Jadikanlah potret hidupnya  sebagai cermin serta. Tetapkan tekad dalam diri kita agar kalau masa  pensiun kita tiba kita bisa lebih baik dari dia, Pak Tua Guru kita.

Sekali lagi  terima kasih Pak Tua …………….       

Always Smile :

Melly Kiong 

 proayah.jpg

Sungguh suatu  pemandangan  yang tidak biasa, namun sangat menyentuh. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya,  suasana hiruk pikuk kota Jakarta yang padat dan pengap,  tidak sedikit pun menyurutkan niat seorang ayah untuk memberikan kesenangan dan kebahagian kepada putri-putrinya.

Walaupun  hal yang dilakukan tampaknnya  sangat sederhana, moment yang   singkat itu  saya yakin sekali akan menorehkan  kenangan yang  sangat  indah dalam benak dan ingatan putri putri tercintanya. Hari gini, ternyata masih ada seorang ayah, kita sebut Ayah Kota, yang dengan mengendarai  sepeda motor, dalam balutan pakaian yang sangat sederhana di bawah terik matahari, membonceng  dua putri kecilnya. Entah  ke mana tujuannya .

Di tengah perjalanan,  seekor monyet yang berada di atas pohon di pinggir jalan menganggu perhatianya. Setelah turun dan memarkir kendaraan yang ditumpanginya, segera ia menghampiri binatang itu. Semua itu dilakukan sang ayah,  apalagi tujuannya kalau bukan untuk menyenangkan putri-putrinya.

Sang ayah memetik daun muda yang kebetulan  ada di sekitar. Lalu, dengan penuh kasih dan kesabaran,  ia memandu mengarahkan tangan  tangan kecil anaknya agar bisa lebih dekat dan bisa memberikan daun itu kepada monyet.

Dari pemandangan yang rada ganjil tersebut, kita bisa memperkirakan betapa kecilnya kemungkinan ia dapat membawa  putri putri kecilnya ke Kebun binatang. Tentu, bukan lantaran tidak ingin membawa anak-anaknya ke sana, tapi boleh jadi kondisinya yang tidak memungkinkan.

Tapi, apapun alasannya kita masih patut berbangga. Seorang Ayah Kota telah memberikan  inspirasi dan mengajarkan kepada kita. Ternyata kebahagian bukan hanya milik  orang yang punya  segalanya. Kebahagiaan milik siapa saja. Jadi, persoalannya tinggal bagaimana kita bisa menikmati dan menggali  dari situasi dan kondisi yang ada. Satu hal yang pasti. Kenangan itu akan terus melekat dalam putri-putrinya. Mereka juga akan tahu  betapa tulus Sang Papa tercinta dalam membahagiakan mereka  meski dengan segala keterbatasannya.

Sungguh suatu  sentuhan yang luar biasa. Apakah anda ingin menambah deretan Ayah Kota lainnya?

Always Smile : Melly Kiong

Selamat datang di blogku. Emang sih blom ada apa-apanya rumahku ini. Maklum baru berdiri. Semoga saja dalam tempo yang tidak terlalu lama akan ada sesuatu yang bisa di baca di sini


November 2007
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Halaman

Blog Stats

  • 2.561 hits

Kategori