BukuIbu Blog

Aku Tak ingin Jadi Ibuku

Posted on: Desember 14, 2007

Inilah ungkapan yang sangat sederhana yang terpikir oleh aku sewaktu kecil. Kondisi Ibukulah yang membuat saya punya keberanian  memperjuangkan  hak hidupku.  Jujur saja aku sangat menghargai  ketulusan Ayahku yang  ingin menjadi kepala keluarga utuh.

Tapi diatas semua rencana yang kita  buat, masih  perlu seijin yang lebih di atas dari segalanya yaitu Tuhan. Tuhan ternyata memanggil ayahku  dalam waktu yang terlalu singkat. Bisa terbayang  bagaimana seorang Ibu  yang tanpa bekal  mental  kuat bisa meneruskan  tatah keluarga yang ditinggalkan seorang Ayah ?

Siapa lagi yang lebih menderita  ? Kalau bukan anak anaknya ….. 

Maka dengan sepenuh  hati saya mengundang Bapak Bapak   yang  membaca tulisan ini untuk berpikir  sekali lagi ,  yaitu ijinkanlah istri istri  untuk memiliki sikap mental yang mandiri sejak dini.

Dan  ijinkan pula  saya  dengan sedikit pengalaman  yang unik  namun sangat berarti  untuk  bisa berbagi di sini.

Sebelum menulis   lebih banyak lagi,  saya hanya ingin sampaikan beberapa motivasi saya   antar lain :

1. Saya hanya mau katakan “Jangan takut pada kemiskinan, dan jadikan itu semangat juang ”

2. Semua orang punya Hak yang  sama  untuk meraih masa depan,  dari mana mulai menatanya ? Didiklah anak anak kita  dengan  baik sedini mungkin.

3.Perempuan  Indonesia di manapun  , berjuanglah  dan persiapkan mentality kita, walaupun kita bekerja  yakinlah kita juga tetap bisa  menjadi Ibu yang baik. 

Kalau kita bicara masa depan kita adalah  bagaimana  kita bisa mempersiapkan  masa depan anak anak kita terlebih dahulu. Makanya dalam rubrik ini saya  akan berbagi   pengalaman pengalaman unik  sekitar  hidupku yang  mungkin akan jadi inspirasi bagi  yang baca.

Silahkan tunggu tulisanku lainnya  di sini yah …….

always smile

Melly

Iklan

7 Tanggapan to "Aku Tak ingin Jadi Ibuku"

Menarik, Mel. Saya tunggu ya. Pengalaman yang luar biasa. Saya sangat ingin bisa menikmatinya di rublik ini. Moga segera disajikan hidangannya.

Meski kita wanita karir bukan berarti anak kita kehilangan kasih sayang. Adalah kebodohan bila kita terus menerus dibelenggu rasa bersalah hanya karena kita wanita yang harus bekerja. Kasih sayang itu hanya bisa dirasakan. Ia bukanlah ikatan kata-kata melainkan ikatan bathin.

Setiap anak punya karakter tersendiri. Duh,dunia anak-anak memang indah ya. Ingin rasanya seperti mereka yang bebas berekspresi.

Sukses selalu ya untuk Mel. Moga bukunya cepat terbit. Biar teman-teman juga bisa memetik hikmah dari pengalaman Mel.

Salam blogging.

—————————————————————-

Melly: Thanks yah Han, saya merasa terpuji dalam hal ini, karena saya sedih dengan keluhan seorang wanita tanpa melakukan sesuatu.Mudahaan kita tidak masuk dlaam kategori situ yah.

Rubrik yang menarik.

Adalah pergantian generasi yang tak bisa dihindari dari masa ke masa.
Potensi seseorang untuk berkembang bukan terkekang oleh gender.
Hanyalah paradigma yang terkadang membuat seseorang mengekang diri sendiri.

Ibu adalah sosok yang luhur . Walau banyak Ibu-ibu masa kini di kota besar yang hobbynya mengeluh, di kota-kota kecil masih banyak Ibu-ibu yang tangguh. Yang membanting tulang mencari nafkah demi menghidupi anak-anak dan keluarga. Kasih sayang ibu yang tulus tak akan terukur oleh materi.

Semoga upaya Melly yang baik ini akan membuahkan benih-benih yang berharga dan menjadi inspirasi untuk menjadi tangguh.

Salam,

rdt.

sepakat banget mbak melly. sudah saatnya kaum perempuan memperjuangkan haknya yang selama ini kurang bisa eksis akibat kulltur patriarkhi. harus ada yang memulai. jangan sampai anak2 masa depan negeri ini jadi nggak terurus hanya karena salah memahami dan menafsirkan cara mendidik anak secara benar. terus berjuang mbak melly, yak!

oit…update lagi dunks 🙂

Bagus … aku suka cara pengungkapannya

Yah…teringat Ibu. Sudah sekian tahun beliau sakit. Jangan sampai aku mengecewakannya. Koq malah curhat. Lam kenal

Salam
TB

nggak apalagi siapa tahu dengan curhat kamu lebih lega, menurut sayaanda sudah sangat benar , memperhatikan orang tua yang masih hidup, drpada setelah nggak ada baru kepikir mau disembahyangkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Laman

Blog Stats

  • 2.557 hits

Kategori

Iklan
%d blogger menyukai ini: